Funny Stories (Part 2)
Story No. 1
A young boy was playing with a ball in the
street. He kicked it too hard, and it broke the window of a house and fell
inside. A lady came to the window with the ball and shouted at the young boy,
so he run away, but he stll wanted his ball back. A few minutes later he
returned and knocked at the door of the house, and when the lady answered it,
he said, “My father’s going to come and fix your window very soon.”
After a few more minutes a man came to the
door with tools in his hand, so the lady let the boy take his ball away.
When the man finished fixing the window, he
said to the lady, “that will cost you exactly ten dollars.”
“But aren’t you the father of that young
boy?” the woman asked, looking surprised. “No,” he answered, equally surprised.
“Aren’t you his mother?”
Terjemahan
Seorang anak laki-laki sedang bermain bola di
jalan. Dia menendang bolanya terlalu keras and bolanya memecahkan jendela sebuah
rumah dan masuk ke dalam rumah. Seorang wanita muncul dari jendela sambil
memegang bola dan berteriak kepada anak laki – laki tersebut, maka dia lari,
tapi dia masih ingin mendapatkan bolanya kembali. Setelah beberapa menit
kemudian dia kembali ke rumah tersebut dan mengetuk pintu, dan saat wanita
pemilik rumah membuka pintu, dia berkata, “Ayahku akan segera ke sini dan
membetulkan jendela Ibu.”
Setelah berapa lama kemudian seorang laki-laki
datang dengan membawa peralatan, maka wanita tersebtut membiarkan anak itu
mengambil bolanya.
Saat laki – laki itu selesai membetulkan
jendela, dia berkata kepada wanita tersebut, “Ongkosnya semuanya sepuluh
dollar.”
“Tapi bukankah Anda ayah dari anak itu?”
tanya wanita itu terlihat terkejut. “Bukan,” jawab laki – laki itu sama
terkejutnya. “Bukankah Anda ibunya?”
Story No. 2
One day Mrs. Jones went shopping. When her
husband came home in the evening, she began to tell him about a beautiful
cotton dress. ‘I saw it in a shop this morning.” she said, ‘ and ...’
“And you want to buy it,’ said her husband.
‘How much does it cost?’
‘Fifteen pounds.’
‘Fifteen pounds for a cotton dress? That it
too much!’
But every evening, when Mr. Jones came back
from work, his wife continued to speak about the dress, and at last, after a
week, he said, ‘Oh buy the dress! Here is the money!’ She was very happy.
But the next evening, when Mr. Jones came
home and asked, “Have you got the famous dress?’ she said, ‘No.’
‘Why not?’ he said.
‘Well, it was still in the window of the shop
after a week so I thought, “Nobody else wants this dress, so I don’t want it
either”.’
Terjemahan
Suatu hari Ibu Jones pergi belanja. Waktu suaminya pulang di malam hari,
dia mulai bercerita mengenai baju katun yang indah. ‘Aku lihat di toko pagi
ini.’ kata dia, ‘dan ...’
“Dan kau ingin membelinya,’ kata suaminya. ‘Harganya
berapa?’
‘Lima belas pound.’
‘Lima belas pound untuk satu baju katun? Itu
terlalu mahal!’
Tapi setiap malam, waktu Pak Jones pulang
kerja, istrinya terus membicarakan baju tersebut, dan akhirnya, setelah satu
minggu, dia berkata, ‘Belilah bajunya! Ini uangnya!’ Istrinya sangat senang.
Tapi malam berikutnya, saat Pak Jones pulang
dan bertanya, “Apakah kau sudah membeli baju yang terkenal itu?’ istrinya
berkata, ‘Belum.’
‘Kenapa belum?’ dia berkata.
‘Bajunya masih di pajangan etalase toko
setelah satu minggu maka aku pikir, “Orang lain tidak menginginkan baju ini,
maka aku juga tidak menginginkannya”.’
Story No. 3
Story No. 3
The Smuggler
Sam Lewis was a customs officer. He used to
work in a small border town. It wasn’t a
busy town and there wasn’t much work. The road was usually very quiet and there
weren’t many travellers. It wasn’t a very interesting job, but Sam liked an
easy life. About once a week, he used to meet an old man. His name was Draper.
He always used to arrive at the border early in the morning in a big truck. The
truck always empty. After a while Sam become suspicious. He often used to
search the truck, but he never found anything. One day he asked draper about
his job. Draper laughed and said, ‘I’m a smuggler.’
Last year Sam retired. He spent his saving on
an expensive holiday. He flew to Bermuda, dan stayed in a luxury hotel. One
day, he was sitting by the pool and opposite him he saw Draper drinking
champagne. Sam walked over to him.
Sam : Hello, there!
Draper : Hi!
Sam : Do you remember me?
Draper : Yes ...of course I do. You’re a
customs officer.
Sam : I used to be, but I’m not any more. I
retired last month. I often used to search your truck ...
Draper :
...but you never found anything!
Sam : No, I didn’t. Can i ask you something?
Draper : Of course you can
Sam : Were you a smuggler?
Draper : Of course I was.
Sam : But ... the truck was always empty.
What were you smuggling?
Draper : Truck!
Terjemahan
Penyelundup
Sam Lewis adalah seorang pegawai bea cukai.
Dia bekerja di kota perbatasan kecil. Bukan kota yang sibuk dan tidak ada
banyak pekerjaan di sana. Jalannya biasa sangat sepi dan tidak ada banyak orang
yang melewati jalan tersebut. Pekerjaaan Sam bukanlah pekerjaan yang menarik, tapi Sam menyukai
kehidupan yang mudah.
Sekitar satu minggu sekali dia bertemu dengan seorang pria tua. Namanya Draper.
Dia selalu datang di perbatasan dini
hari dengan membawa satu truk besar. Setelah
beberapa lama Sam menjadi curiga. Dia sering menggeledah truknya, tapi dia
tidak pernah menemukan apapun. Suatu hari dia bertanya kepada Draper mengenai
pekerjaannya. Draper tertawa dan berkata, “Saya penyelundup.’
Tahun lalu Sam pensiun. Dia menghabiskan
tabungannya untuk liburan yang mahal. Dia terbang ke Bermuda, dan menginap di
hotel yang mewah. Suatu hari, dia duduk di tepi kolam renang dan di seberang
sana dia melihat Draper sedang minum sampanye. Sam berjalan menghampiri dia.
Sam : Hello!
Draper : Hai!
Sam : Apakah Anda ingat saya?
Draper : Ya ...tentu saja saya ingat. Anda
pegawai bea cukai.
Sam : Itu dulu, sekarang tidak lagi. Saya
pensiun bulan lalu. Saya dulu sering menggeledah truk Anda ...
Draper :
...tapi Anda tidak menemukan sesuatu!
Sam : Ya, betul. Apakah saya boleh bertanya
sesuatu kepada anda?
Draper : Boleh, silakan.
Sam : Apakah Anda penyelundup?
Draper : Ya, benar.
Sam : Tapi ... truknya selalu kosong. Apa yang Anda
selundupkan?
Draper : Truk!
Komentar
Posting Komentar